Sejarah Pengolahan Berlian


Sejarah pengolahan berlian mempunyai cerita yang panjang sebelum menjadi perhiasan yang sangat bernilai saat ini. Di abad pertama, budaya Romawi telah menuliskan: Berlian adalah sesuatu yang paling bernilai, bukan hanya sekedar batu permata, tapi segalanya di dunia.

maharaj dari india memakai perhiasan berlianBatu berlian harus melalui jalan yang panjang sebelum menjadi perhiasan dan dipajang di etalase toko permata. Berlian terbentuk jauh di kedalaman perut bumi, dimana kondisi temperatur dan tekanan sangat ekstrim tingginya. Batu berlian terdorong ke atas mendekati permukaan bahkan muncul di permukaan bumi, karena pergerakan kerak bumi dan karena mendapat tekanan dari bawah. Batu berlian dipaksa keluar dari tempat persembunyiannya, karena faktor alam dan karena faktor usaha manusia. Dari bongkahan mentah, kemudian dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil, dibentuk sesuai keinginan, lalu dipoles sampai keindahan alaminya muncul bersinar.

 

Related: Berlian Archduke Joseph

Sejarah Pengolahan Berlian Menjadi Perhiasan

Kecintaan terhadap batu berlian, bermula dari India, dimana batu batu berlian ditemukan dan dikumpulkan dari aliran sungai. Para ahli sejarah sepakat, bahwa sejarah pengolahan berlian bermula dari India. Beberapa sejarawan memperkirakan, bahwa perdagangan berlian telah berlangsung di India sejak abad ke-4 sebelum Masehi. Sumber alam yang tak ternilai harganya itu memberikan hasil dalam jumlah yang terbatas, karena pangsa pasar yang sedikit, yaitu kaum bangsawan India. Secara perlahan, hal tersebut berubah. Berlian dari India menemukan jalan untuk sampai ke pasar Eropa, bersamaan dengan barang dagangan eksotis lainnya, melalui para pedagang dari Venesia, Itali. Pada tahun 1400-an, batu berlian telah menjadi aksesoris modis para bangasawan Eropa.

Di awal tahun 1700-an, pasokan batu berlian dari India mulai menurun, Brazil muncul menggantikan posisi tersebut sebagai sumber penghasil batu berlian yang utama. Batu Berlian di Brazil ditemukan seiring dengan ‘demam emas’ yang melanda negeri tersebut. Di lokasi sungai-sungai dimana para penambang emas melakukan aktivitasnya, mereka juga menemukan butiran batu berlian pada saat lapisan tanah liat disingkirkan. Sejak diketemukannya batu berlian di sungai sungai tersebut, Brazil mendominasi sebagai supplier batu berlian dunia lebih dari 150 tahun.

sejarah pengolahan berlian di indiaKetika sumber penghasil berlian bergeser dari India ke Brazil, pasar batu berlian juga mengalami perubahannya sendiri. Di akhir tahun 1700-an, kelas bangsawan lama, sebagai konsumen batu berlian terbesar, mengalami penurunan. Situasi politik, seperti Revolusi Perancis, membawa perubahan kepada distribusi penghasilan.

Awal tahun 1800-an, membawa kemakmuran ke Benua Eropa dan Amerika Serikat. Akhir tahun 1800-an, para penambang berhasil menemukan deposit batu berlian yang melimpah di Afrika Selatan sejalan dengan meningkatnya permintaan akan batu berlian.

Sejarah pengolahan berlian di era modern, bermula dari Benua Afrika, ketika batu berlian ditemukan di Kimberley, Afrika Selatan, pada tahun 1866. Dan 22 tahun kemudian, tepatnya tahun 1888, pengusaha Cecil Rhodes mendirikan perusahaan tambang berlian De Beers. Dan pada tahun 1900, De Beers melalui tambang berliannya di Afrika Selatan, mengontrol kurang lebih 90% produksi berlian mentah dunia.

Sumber berlian di Afrika Selatan mempengaruhi banyak pihak dalam industri batu berlian. Dengan berkembangnya waktu, penambangan berlian mulai bergeser dari permukaan tanah menjadi menggali jauh ke dalam perut bumi. Karena biaya penambangan yang luar biasa besar dan keuntungan yang relatif kecil bila dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, maka pencarian sumber baru batu berlian menekankan pada pengembangan teknik pertambangan yang lebih efisien. Juga diperlukan metode pemasaran yang lebih baik. Para pelaku di industri perhiasaan juga mengembangkan teknik pemotongan dan pemolesan berlian, yang meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya dan menambah keindahan hasil akhir, perhiasan batu berlian.

Pada tahun 1870-an, produksi tahunan batu berlian mentah belum mencapai 1 juta carat. Pada tahun 1920-an angka tersebut mencapai sekitar 3 juta carat per tahun nya. 50 tahun kemudian, produksi tahunan berlian mentah dunia mencapai 50 juta carat. Dan di tahun 1990-an, angka tersebut sudah melewati 100 juta carat.

Di akhir tahun 1970-an produsen batu berlian mentah yang paling besar adalah Afrika Selatan, Zaire (sekarang berubah menjadi Republik Demokratik Kongo), dan bekas Uni Soviet. Tahun 1980-an, produksi batu berlian mentah dengan kualitas tinggi dari Rusia dan Afrika Selatan, relatif konstan, tetapi produksi berlian mentah dengan kualitas rendah dari Zaire, meningkat menjadi lebih dari 2x lipat.

 

tambang berlian jwaneng bagian dari sejarah pengolahan berlian di dunia

Tambang berlian Jwaneng, di Botswana, Afrika.

 

Tahun 1982, tambang berlian baru yang berlokasi di Botswana, mampu memproduksi berlian mentah dalam jumlah yang besar. Sebagai tambang yang sangat produktif, dan dengan hasil batu berlian mentah kualitas tinggi. Tambang berlian Jwaneng meroketkan produksi berlian mentah Botswana, sehingga menjadikan negara tersebut sebagai penghasil berlian dengan kualitas tinggi nomer 3 sedunia, dan menjadi nomer 2 dalam hal nilai berlian mentah yang dihasilkan. De Beers menanda-tangani kontrak dengan pemerintahan Botswana untuk membeli hasil produksi tambang Jwaneng dan pemerintahan Botswana yang akan membangun industri pemotongan berliannya.

Pertambangan batu berlian dunia berkembang dengan pesat seiring ditemukannya lokasi baru di Australia pada awal tahun 80-an (tambang berlian Argyle), dan di utara Canada pada tahun 2000.

Tahun 1990 pasar batu berlian berubah dengan cepat, hampir mirip seperti yang terjadi tahun 1866 saat penemuan batu berlian di Afrika Selatan dan berdirinya perusahaan tambang berlian De Beers. Tahun 1990-an, terjadi banyak penemuan sumber baru batu berlian dan medorong berdirinya berbagai pusat pemotongan batu berlian. Semua hal tersebut bisa terjadi karena saat itu pertumbuhan ekonomi dunia berkembang dengan sangat baik.

Dan sebagai pemain utama dalam bisnis batu berlian, De Beers juga harus berubah. De Beers yang sekarang sangat berbeda dengan De Beers pada tahun 1989. Perusahaan tersebut mengurangi perannya secara signifikan sebagai penyangga supply berlian dunia. Perdagangan berlian pada saat ini, sudah memanfaatkan berbagai saluran distribusi, dan tidak seperti beberapa dekade yang lalu, yang hanya menggunakan saluran distribusi melalui De Beers.

Tapi tidak semua hal yang berhubungan dengan sejarah pengolahan berlian dan perdagangan berlian menjadi berubah. Cara pendistribusian berlian tetap sama, dari perusahaan tambang berlian, lalu ke perusahaan pemotongan berlian dan baru ke pedagang besar dan retailer sebelum sampai ke konsumen, yang bisa mengambil bentuk sebagai berlian butiran (loose diamond) atau yang sudah menjadi perhiasan berlian, seperti misalnya cincin berlian.

Keindahan batu berlian telah diapresiasi sejak berabad abad yang lalu, dan sebelum abad ke-20, tidak banyak melibatkan ilmu pengetahuan untuk pengembangannya. Tetapi sejak saat itu, pengetahuan mengenai batu berlian berkembang dengan pesat, melalui riset yang dilakukan oleh ahli kimia, ahli fisika, ahli geologi, ahli mineral dan ahli kelautan. Dalam jangka 50 tahun terakhir, para ilmuwan telah mempelajari banyak hal mengenai bagaimana cara batu berlian terbentuk dan bagaimana bisa sampai muncul ke permukaan bumi. Dengan pengetahuan tersebut, akan memudahkan untuk memprediksi lokasi sumber sumber baru tambang berlian.

Demikan artikel mengenai sejarah pengolahan berlian. Semoga bermanfaat.

 

 

Artikel Terkait :

Proses Terbentuknya Berlian
Jenis Berlian : Klasifikasi dan Pengelompokan Jenis Berlian
Berlian Berwarna : Unsur Kimia Penyebab Warna Pada Berlian

 

Comments

comments


Leave a Reply

Your email address will not be published.