32 Faktor Yang Mempengaruhi Harga Berlian


Pada prinsipnya, harga berlian sangat dipengaruhi oleh kualitas berlian tersebut. Sedangkan kualitas berlian, dinilai berdasarkan 4C Berlian, yaitu Carat, Cut, Color dan Clarity. Berikut adalah faktor faktor yang mempengaruhi harga berlian, baik dari sisi 4C nya maupun faktor penentu lainnya.

 

32 Faktor Yang Mempengaruhi Harga Berlian

1. Grade Kualitas Warna Berlian

Secara alami, batu berlian dihasilkan dengan berbagai jenis warna. Tetapi yang paling sering ditemukan adalah batu berlian dengan warna kekuning-kuningan. Warna batu berlian, di ranking menurut skala warna, mulai dari D sampai Z. Berlian putih bening tanpa warna dimasukan dalam kelompok D, sedangkan warna kuning alami dimasukkan ke kelompok Z.

Related: Tips Membeli Berlian Dengan Cara Hemat

Di bawah adalah diagram yang bisa menggambarkan pengelompokan berlian berdasarkan grade color berlian.

 

skala kualitas warna berlian

Skala Kualitas Warna Berlian

 

Harga berlian paling mahal adalah yang masuk dalam kelompok Tanpa Warna (D), atau yang sekalian dengan warna, misal berlian warna biru, kuning, merah muda, dan yang paling langka adalah berlian berwarna merah. Tetapi, tidak semua berlian berwarna adalah berlian dengan warna alami. Beberapa batu berlian ada yang mendapat perlakuan khusus  dengan cara diradiasi dengan tingkat tertentu untuk mendapatkan warnanya. Dan tentu saja, batu berlian dengan warna buatan tersebut bernilai lebih rendah bila dibandingkan dengan harga berlian berwarna alami. Klasifikasi warna batu berlian dilakukan pada saat berlian belum dipasangkan ke perhiasan atau ke cincin. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terganggunya  pengelihatan pada saat melakukan pengamatan. Emas membuat berlian tampak menjadi kuning, sedangkan platinum membuat berlian tampak lebih putih dari sebenarnya.

 

2. Kualitas Cut Berlian

Pemotongan menjadi faktor yang paling rumit dalam menentukan harga berlian. Sampai saat ini, pemotongan dan pembentukan batu berlian masih dilakukan secara manual, menggunakan tenaga dan ketrampilan manusia. Ketika seorang pengrajin batu berlian memotong sebongkah batu berlian mentah, pengrajin tersebut harus membuat perencanaan yang sulit dan harus benar benar diperhitungkan, mengenai seberapa besar ukuran batu berlian kalau sudah jadi, dibentuk model yang bagaimana, dan cacat seperti apa yang mau tidak mau harus dibiarkan hingga berlian jadi nanti. Setelah semua hal tersebut ditentukan, sekarang tinggal kemampuan dan ketrampilan tangan dari pengrajin yang akan membuat batu berlian tersebut jadi berkilau, gemerlap dan bernilai tinggi. Kesalahan kecil dalam proses pemotongan dapat merusak kesimetrisan bentuk berlian. Dan jika hal tersebut terjadi, maka secara dramatis akan menurunkan kecerahan dan kemampuan berlian memantulkan sinar, dan tentu saja, akan berujung di turunnya nilai atau harga berlian tersebut. Bahkan berlian dengan tingkat kejernihan tinggi dan tanpa warna, akan jadi terlihat buram dan tidak bisa berkerlip ketika terjadi kesalahan dalam proses pemotongannya. Ketika dipotong dan dibentuk dengan tepat, berlian mampu memantulkan kembali hampir semua sinar yang masuk dari area mahkota berlian (sisi atas). Tapi jika memotongnya tidak tepat, sinar yang masuk dari sisi atas, akan dipantulkan ke bagian bawah berlian atau ke sisi sampingnya.

pengaruh kualitas cut berlian terhadap pantulan cahaya yang mempengaruhi harga berlian

Pengaruh kualitas cut berlian terhadap pantulan cahaya

 

Berlian yang dipotong dengan tepat, memiliki sisi-sisi (facet) yang simetris dan berfungsi sebagai jendela dan cermin bagi batu berlian, mempunyai proporsi yang pas (tidak terlalu dangkal dan tidak terlalu dalam) serta detail finishing yang dikerjakan dengan hati hati (pemolesan yang rata dan tidak meninggalkan goresan). Jika dipotong dengan tepat, batu berlian akan mampu memancarkan lagi sinar putih dari sisi mahkotanya (disebut dengan istilah “brilliance“), bercahaya kerlap kerlip ketika digerak-gerakan (“scintillation“) dan bisa membiaskan cahaya menjadi warna pelangi dari sisi-sisi nya ( disebut dengan istilah “fire” atau “dispersion“). Penjelasan mengenai hal ini, dibahas dengan lebih lengkap di artikel Cut Berlian.

Preferensi dan kesukaan tiap orang berbeda beda pada saat memilih berlian jika didasarkan atas kemampuan batu berlian dalam memantulkan dan membiaskan cahaya tersebut. Ada yang lebih suka dominan ‘fire’ nya, tapi ada juga yang lebih senang dengan ‘brilliance’ yang dominan. Hal lain yang menjadi kesukaan adalah bentuk berlian. Ada beberapa variasi bentuk berlian, selain bentuk bulat yang klasik. Untuk variasi bentuk berlian selengkapnya, dapat dilihat di bagian Bentuk Berlian.

 

3. Kualitas Clarity Berlian atau Kejernihan Berlian

Kejernihan merujuk pada ada tidaknya “cacat” yang ditemukan dan ada di dalam batu berlian. Cacat tersebut, bisa berbentuk goresan, mineral ikutan, atau kerusakan kecil lainnya, yang dapat mengurangi kemampuan berlian untuk memantulkan dan membiaskan cahaya antar kristal berlian.
Berlian tanpa cacat sangat jarang ditemukan, dan jika ditemukan berlian seperti itu, dimasukkan kedalam golongan ‘Flawless’ dalam skala kejernihan. Tentu saja, harga berlian dengan grade Flawless menjadi sangat mahal.

Cacat bawaan tersebut menjadi karakteristik sebuah berlian dan sebagai cara untuk membedakan berlian yang satu dengan lainnya. Bisa disebut juga dengan ‘sidik jari berlian’, karena hampir tidak mungkin 2 buah berlian mempunyai karakteristik cacat yang persis sama.
Kotoran atau cacat dalam sebuah batu berlian, dikelompokan dan diranking dengan suatu skala yang didasarkan atas kelihatan tidaknya cacat tersebut dan lokasi cacat di dalam tubuh berlian, dengan menggunakan pembesaran 10x.

Skala atau grade yang dipergunakan untuk menilai kualitas clarity berlian.

Flawless – F
Tidak ada zat ikutan di dalam berlian dan tidak ada noda atau cacat di permukaan berlian. Pengamatan  dilakukan menggunakan pembesaran 10x.

Internally Flawless – IF
Tidak ada zat ikutan di dalam berlian dengan pengamatan menggunakan pembesaran 10x.

Very Very Slightly Included – VVS1 dan VVS2
Ada zat ikutan dan noda di dalam berlian, tetapi sangat samar. Bahkan grader yang berpengalaman pun kesulitan untuk melihatnya, meskipun dilakukan dengan pembesaran 10X.

Very Slightly Included – VS1 dan VS2
Zat ikutan atau inklusi sulit untuk dilihat meskipun dengan pembesaran 10X, dan dapat diklasifikasikan sebagai minor atau sedikit sekali.

Slightly Included – SI1 dan SI2
Zat ikutan atau inklusi terlihat dengan pembesaran 10X.

Included – I1, I2 dan I3
Zat ikutan atau inklusi terlihat dengan jelas jika diperiksa dengan pembesaran 10X, dan sudah mempengaruhi transparansi dan kecermelangan berlian.

 

grade clarity berlian GIA sebagai dasar memilih clarity berlian

Pengelompokan Kualitas Clarity Berlian

 

Jenis inklusi atau zat ikutan atau cacat yang sering ditemukan di batu berlian :

‘Feathers’, yaitu retakan halus dan terlihat seperti bulu burung. Bisa menjadi masalah jika letaknya dekat dengan permukaan.
‘Pinpoints’, terlihat seperti gelembung putih di dalam berlian dan tergantung ukuran gelembungnya, dapat mempengaruhi arah pantulan cahaya.
‘Carbon Spot’, kotoran berupa noktah hitam, coklat atau warna gelap lainnya. Berlian dengan grade rendah, dihargai dan dinilai seperti itu karena keberadaan carbon spot yang terlihat jelas dan di banyak lokasi, serta tidak bisa disembunyikan.
‘Clouds’, sebenarnya adalah kumpulan dari banyak ‘pinpoints’. Telihat seperti awan karena pinpoints tersebut menyebabkan rongga di dalam berlian. Dapat menyebabkan berlian retak atau pecah, jika letak ‘clouds’ terlalu dekat dengan permukaan berlian.
Needles‘, lobang jarum dengan berbagai variasi ukuran. Jika letaknya dekat dengan permukaan, bisa menyebabkan berlian mempunyai ‘luka gores’ atau bahkan retak.

 

4. Carat Berlian

Dalam perdagangan berlian,  untuk mengukur berat berlian, digunakan satuan Carat, dimana 1 carat setara dengan 0,2 gram. Berat carat berlian adalah faktor paling signifikan dalam menentukan harga berlian. Karena semakin besar berlian, semakin langka berlian tersebut. Karena langka, maka harga berlian akan semakin tinggi. Oleh sebab itu, dengan kualitas yang sama, harga berlian seberat 2 carat akan lebih mahal dari pada harga dua berlian dengan berat masing masing 1 carat.

Banyak orang sering melakukan kesalahan ketika membeli berlian, yaitu dengan fokus utama ke carat dan mengorbankan begitu banyak kualitas berlian yang lainnya.

 

5. Sudut Crown Berlian

Crown atau mahkota, adalah bagian atas dari sebuah berlian. Proporsi besar mahkota mempengaruhi kemampuan berlian memantulkan cahaya. Jika dilihat penampang batu berlian, kedua sisi mahkota harus simetris dan mempunyai sudut yang sama (diukur berdasarkan kemiringan mahkota dengan bidang datar atasnya / ‘table’). Jika sudut sisi kiri dan sisi kanan berlian tidak sama, maka bisa dikatakan berlian tersebut tidak simetris. Mahkota yang tidak simetris, mengurangi kemampuan berlian untuk memantulkan cahaya dan otomatis mengurangi kecermelangannya.

 

6. Ukuran Culet

Culet adalah sisi mengerucut di bagian bawah berlian. Ujung culet berbentuk facet / bidang, bukannya runcing atau membulat. Facet culet berfungsi seperti facet berlian lainnya, yaitu memantulkan cahaya. Tetapi, ukuran facet culet yang besar malah akan mengurangi kecermelangan berlian, dan penyebab utama munculnya kesan bintik hitam di dalam berlian jika kita melihat berlian dari atas.

 

7. Sudut Culet

Posisi culet yang ideal adalah tepat di poros berlian (tepat di tengah-tengah) dan mempunyai sudut kemiringan 98.5 derajat. Bergesernya posisi culet dari poros akan membuat berlian menjadi tidak simetris. Karena ketidak simetrisan tersebut, membuat kecermelangan berlian jadi berkurang.

 

8. Persentase Lebar ‘Table’

Jika ukuran table terlalu besar, maka tidak banyak cahaya yang bisa terpantulkan, baik dari sisi facet maupun dari kemiringan sudut mahkota, sehingga berlian tidak bisa mengeluarkan efek pelangi. Hal tersebut terjadi karena cahaya akan langsung bisa keluar dari sisi atas (tanpa terpantul-pantulkan dulu di bagian dalam berlian). Tapi jika persentase ukuran table terlalu kecil, sebagian besar sinar yang terpantulkan akan keluar melalui sisi samping berlian. Persentase ideal lebar table adalah 53-57% bila dibandingkan dengan total tinggi berlian.

 

9. Persentase Tinggi Berlian

Dihitung dari perbandingan total tinggi berlian (dari ‘table’ ke ‘culet’) dengan total lebar diameter berlian. Jika persentase tinggi berlian ini terlalu besar atau terlalu kecil, berlian akan tampak redup karena sedikit bisa memantulkan cahaya ke sisi atas.

Infografis nama facet berlian


Infografis Nama Facet Berlian

 

proporsi cut berlian yang ideal

Proporsi cut berlian ideal

 

10. Persentase Tinggi Crown Berlian

Perhitungan ini berbeda dengan dengan persentase total ketinggian, karena perhitungan ini merujuk hanya dari proporsi mahkota saja. Seperti sudut kemiringan mahkota, ketinggian mahkota juga menentukan bagaimana cahaya akan terpantulkan di bagian dalam berlian.

 

11. Persentase Tinggi ‘Pavillion’

Perbandingan antara Ketinggian pavillion (bagian berlian yang terletak dibawah girdle dan berujung di culet) dengan besar diameter berlian. Persentase ideal ketinggian pavillion adalah 42,2%-43,8%. Pavillion yang terlalu pendek atau terlalu tinggi, akan mempengaruhi bagaimana cahaya dipantulkan. Persentase tinggi mahkota dan persentase tinggi berlian, selain mempunyai pengaruh terhadap kecermelangan dan kemampuan berlian untuk membiaskan cahaya, juga akan menentukan carat, yang efeknya langsung berpengaruh terhadap harga berlian.

 

12. Ketebalan ‘Girdle’

Girdle adalah bagian berlian yang menghubungkan antara crown dengan pavillion. Girdle yang ideal, mempunyai ketebalan yang rata dari sisi ke sisi. Girdle dikelompokan dalam kategori tipis, sedang dan tebal. Girdle yang tebal, akan menambah carat berlian, dan otomatis akan menjadikan harga berlian menjadi lebih mahal.

 

13. ‘Culet’ Tidak Pas di Poros Berlian

Ditentukan dengan menarik garis dari atas ke bawah, persis ditengah berlian. Posisi culet harus tepat berada di garis. Jika posisi culet berada di sebelah kiri atau kanan garis, maka bisa dipastikan berlian tersebut tidak simetris, yang berakibat menurunnya kemampuan berlian untuk memantulkan dan membiaskan cahaya yang masuk.

cullet tidak tepat di tengah

Posisi cullet tidak tepat di tengah

14. ‘Table’ Tidak Pas di Tengah

Table dari sebuah berlian adalah tempat keluar masuknya cahaya putih dari berlian, yang membuat berlian tampak cemerlang. Lokasi yang tepat di tengah merupakan hal yang penting untuk memaksimalkan kesimetrisan bentuk berlian. Jika kita melihat berlian dari sisi atas (dari sisi table), maka jika berlian tersebut simetris, kita akan melihat seolah olah kedalaman berlian tersebut menjadi tanpa batas dengan titik culet yang cerah. Tapi jika berlian tersebut tidak simetris, maka yang kita lihat adalah sisi pavillionnya.

posisi table tidak tepat di tengah

Posisi table tidak tepat di tengah

15. Bentuk ‘Facet’ Tidak Sama

Hal ini mengindikasikan adanya kesalahan dalam pemotongan berlian. Setiap facet atau sisi sisi berlian, di desain dengan bentuk tertentu, dan bentuk tersebut harus sama di setiap sisi berlian. Facet yang dirancang dengan bentuk tertentu tersebut, dimaksudkan untuk menjadi jendela dan pintu bagi cahaya untuk masuk dan dipantulkan lagi dengan arah yang telah diperhitungkan. Jika bentuknya tidak sesuai dengan yang direncanakan, maka cahaya akan terpantulkan ke arah yang salah.

bentuk facet tidak sama

Bentuk facet tidak sama

16. ‘Facet’ Tambahan

Pengrajin berlian, terkadang menambahkan facet pada saat memotong dan memoles berlian. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan cacat atau kotoran yang ada dipermukaan berlian. Meskipun hal ini bisa menghilangkan cacat alami berlian, tetapi akan mengurangi kesimetrisan dan kecermelangan berlian. Dan secara tidak langsung akan menurunkan nilai dan harga berlian tersebut.

ada ekstra facet tambahan

Ada ekstra facet tambahan

17. ‘Table’ Tidak Berbentuk Oktagon

Table berlian harus berbentuk octagon sempurna. Jika bentuk table tidak pas, maka bentuk facet akan tidak pas juga. Hal ini menyebabkan turunnya kemampuan berlian untuk memantulkan dan membiaskan cahaya.

table tidak berbentuk oktagon sempurna

Table tidak berbentuk oktagon sempurna

 

18. Bentuk ‘Girdle’ Tidak Bulat

Bentuk girdle harus bulat sempurna. Pengrajin berlian terkadang memotong berlian dengan bentuk tidak bulat sempurna, karena untuk meningkatkan carat atau untuk menghilangkan cacat bawaan pada batu berlian. Kondisi ini akan membuat berlian menjadi tidak simetris dan menurunkan kualitas dan harga berlian.

Bentuk girdle tidak bulat sempurna

Bentuk girdle tidak bulat sempurna

 

19. Sudut Sambungan ‘Crown’ dan ‘Pavillion’ Tidak Pas

Hal ini terjadi ketika facet yang membentuk crown dan facet yang membentuk pavillon, menyambung di girdle dengan pojok pojok yang tidak pas. Hal tersebut menyebabkan berlian terlihat seperti terpuntir, dan tentu saja hal ini menyebabkan berlian tidak bisa memantulkan dan membiaskan cahaya dengan baik serta terlihat menjadi buram. Harga berlian dengan tampilan seperti ini akan dinilai rendah.

ujung facet crown dan pavillion tidak bertemu di satu titik

Ujung facet crown dan pavillion tidak bertemu di satu titik

 

20. Facet tidak rata dan tidak siku

Facet sebuah berlian harus dibuat dengan presisi ditiap sudut bertemunya dengan facet lainnya. Penyebab tidak ratanya sudut facet disebabkan karena faktor pemolesan yang tidak hati2 atau dimulai dari tahap awal pemotongan dan pembentukan berlian. Facet yang sempurna sangat sulit dibuat dan membutuhkan waktu serta ketrampilan yang tinggi.

 

21. Girdle bergelombang

Hal ini adalah akibat dari kesalahan pada saat membentuk facet dengan sudut yang tidak tepat pada saat menyatu dengan girdle.

 

22. Cacat alami di mahkota, girdle atau pavillion

Cacat yang dimaksud adalah bagian yang tidak ikut dipoles dan merupakan bentuk asli berlian mentah. Hal tersebut dilakukan karena pengrajin tidak ingin terlalu banyak kehilangan berat batu berlian. Contoh cacat alami misalnya goresan di berlian.

 

23. Kualitas Pemolesan

Merujuk pada tingkat kehalusan dan detail pemolesan berlian dari batu berlian mentah sampai berlian jadi. Level pemolesan dikelompokan berdasar ada tidaknya cacat alami dipermukaan berlian dengan pembesaran 10x.

 

24. Goresan di Dalam Berlian

Yaitu goresan goresan alami yang ada di dalam struktur berlian. Goresan tersebut menyebabkan berlian tampak terlihat buram.

 

25. Brilliance

Kecermelangan berlian disebabkan oleh sinar putih yang memancar dari berlian. Sinar tersebut disebabkan karena oleh cahaya yang masuk dari sisi atas berlian (table dan crown), lalu dipantulkan kembali oleh bagian sisi bawah berlian (pavillion)

 

26. Scintillation

Warna kerlap kerlip yang dihasilkan berlian ketika berlian digerak gerakan atau berlian mendapat sumber cahaya dari arah yang berbeda.

 

27. Fire

Kemampuan berlian untuk mebiaskan cahaya menjadi warna warna pelangi.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai Brilliance, Scintilitation dan Fire, dapat dibaca di bagian Kualitas Cut Berlian

kualitas cut berlian yang tercermin pada fire, scintillation dan dispersion berlian

 

28. Fluorescence

Tingkat kemampuan berlian untuk berpendar ketika disinari dengan ultraviolet. Tidak semua berlian bisa berpendar. Kandungan phospor dalam berlian yang menyebabkan berlian bisa berpendar. Sifat yang bisa bependar ini membuat berlian tampak terlihat suram di bawah cahaya matahari.

sifat fluorescence berlian

Sifat fluorescence berlian

 

29. Fracture Filling

Zat kimia tertentu disuntikan ke dalam berlian untuk mengisi retakan yang ada di dalam struktur berlian (sering dilakukan bila retakan tersebut mencapai permukaan berlian). Karena hal ini adalah proses buatan untuk meningkatkan kejernihan, maka harga berlian yang mendapat perlakuan seperti ini dinilai lebih rendah bila dibandingkan dengan berlian dengan tingkat kejernihan alami

 

30. Pengayaan Warna

Proses ini dilakukan dengan metode HPHT (high pressure high temperature) untuk menghilangkan warna yang tidak diinginkan, seperti coklat muda atau kunin muda, dan dirubah menjadi berlian dengan warna putih jernih dan sebaliknya, dari putih dijadikan berlian berwarna seperti yang diinginkan. Karena proses ini, maka harga berlian HPHT dinilai lebih rendah dari pada berlian alami.

 

31. Bekas Bor Laser

Proses dimana batu berlian di bor dengan sinar laser, kemudian kotoran yang ada di dalam berlian dihilangkan dengan menggunakan zat kimia. Hal tersebut memang bisa membersihkan kotoran yang ada, tetapi meninggalkan bekas lobang di berlian.

 

32. Berlian Buatan

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah membantu manusia untuk membuat berlian tiruan, dengan cara memberikan panas dan tekanan ekstra tinggi ke atom atom Carbon. Karena buatan, maka harga berlian ini jauh dibawah berlian yang dihasilkan alam. Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai berlian buatan lab ini, dapat dibaca di artikel mengenai Jenis Berlian Palsu.

 

32 faktor yang telah dijelaskan diatas, mempunyai pengaruh secara langsung terhadap harga berlian.

Comments

comments


Leave a Reply

Your email address will not be published.