Berlian Palsu


Berlian alam yang sangat jernih, tanpa cacat, memancarkan sinar, tentu sangat langka dan sangat jarang ditemukan di alam. Berlian yang ditambang dan ditemukan saat ini, terbentuk dan sudah ada sejak milyaran tahun yang lalu. Karena kelangkaan berlian di alam dan proses terbentuknya yang memerlukan waktu sangat lama, maka orang mencari alternatif selain berlian, yang bisa menggantikan keindahannya. Berikut adalah berbagai jenis berlian palsu yang banyak ditemukan di pasar perdagangan berlian.

 

Berbagai Jenis Berlian Palsu

Moissanite

berlian palsu moissanite

Moissanite

Moissanite adalah batuan jenis permata yang berasal dari luar angkasa. Pertama kali ditemukan pada tahun 1893 oleh ilmuwan asal Perancis yang bernama Henri Moissan, yang beberapa tahun kemudian, memperoleh hadiah Nobel dalam bidang Kimia. Saat melakukan penelitian di kawah yang terbentuk akibat benturan meteorit dengan bumi, yang terjadi ribuan tahun yang lalu, di daerah Arizona, Amerika Serikat, Henri Moissan menemukan partikel kecil yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, yang mirip dengan berlian. Pada awalnya, Henri mengira ia menemukan berlian, tetapi setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, ternyata kristal yang ditemukan tersebut tersusun oleh Silicon Carbide ( simbol kimia SiC ), sedangkan kristal berlian, tersusun hanya dari atom karbon ( baca selengkapnya di artikel Proses Terbentuknya Berlian ).

Related: Cara Menentukan Harga Berlian

Moissanite alam, keberadaannya sangat langka. Karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, moissanite bisa dibuat di laboratorium. Dan moissanite yang dibuat sebagai berlian palsu, adalah moissanite buatan laboratorium ini, bukan moissanite alami. Moissanite direkayasa sedemikian rupa dan dibuat semirip mungkin dengan berlian, tetapi secara komposisi kimia dan penampilan, bisa dibedakan dengan berlian asli.

Skala kekerasan Mohs moissanite adalah 9,25 – sedikit dibawah berlian, yang mempunyai nilai 10.

Kecermelangan moissanite sedikit berbeda dengan kecermelangan berlian, karena perbedaan struktur kristal penyusunnya. Dan juga karena perbedaan pola facet. Berlian imitasi yang terbuat dari Moissanite, cenderung lebih cermelang dan lebih mampu membiaskan cahaya bila dibandingkan dengan berlian asli. Ada yang lebih senang dengan kondisi ini, tapi banyak juga yang kurang senang, karena dirasa perhiasannya terlalu kerlap kerlip, seperti “lampu disko”. Kondisi ini semakin terasa jika ukuran moissanite semakin besar.

 

Cubic Zirconia

berlian palsu cubic zirconia

Cubic Zirconia

Cubic Zirconia adalah bentuk kristal dari zirconium dioxide (ZrO2). Sintesa materi ini cukup keras, secara optis sangat jernih dan bening, tetapi dapat juga dibuat menjadi berwarna. Karena biaya pembuatannya yang murah, tahan lama, dan secara visual sangat mirip dengan berlian, sejak diproduksi secara massal pada tahun 1976, Cubic Zircona sering dipergunakan sebagai bahan baku berlian palsu.

Dewasa ini CZ mengalami banyak peningkatan kualitas, sehingga menjadi sangat mirip dengan berlian asli. Teknologi terbaru yang dipergunaan adalah dengan melapisi CZ dengan layer tipis karbon, sehingga bisa menyerupai berlian asli. Lapisan ini biasa disebut dengan DLC (diamond-like carbon). Dengan dilapisi DLC ini, CZ menjadi lebih keras, lebih berkilau dan lebih mirip dengan berlian. Dengan kondisi ini, Cubic Zirconia sangat luas dipergunakan dalam industri perhiasan sebagai pengganti berlian asli.

Berbagai jenis berlian palsu

Berbagai jenis berlian palsu.

 

Tabel Perbandingan Teknis, antara Berlian Asli, Moissanite dan Cubic Zirconia

Berlian Moissanite Cubic Zirconia
Skala MOHS 10.0  9.25 8.0 – 8.5
Density 3.5 – 3.53  3,21 5.5 – 5.9
Dispersion 0.044  0.104 0.058 – 0.066
Refractive Index 2.418  2.67 2.088 – 2.176
Kejernihan Jarang  Pasti Pasti
Cost Sangat mahal  Murah Murah

 

Video perbandingan antara berlian asli dengan Moissanite

 

 

Berlian Palsu Jenis Sintetis atau Berlian Yang Dibuat di Laboratorium

Berlian buatan laboratorium, atau sering juga disebut dengan berlian sintetis, adalah berlian yang dibuat dengan teknologi, meniru proses terbentuknya berlian yang terjadi di alam (proses geologi, dan memerlukan waktu yang sangat lama, bisa mencapai ratusan juta tahun). Berlian buatan ini, dikenal luas dengan sebutan berlian HPHT atau berlian CVD, merujuk pada metode pembentukan berlian tersebut. HPHT singkatan dari High Pressure High Temperature atau Tekanan Tinggi Suhu Tinggi. Sedangkan CVD singkatan dari Chemical Vapor Deposition, atau yang diterjemahkan secara bebas, berarti Endapan Uap Kimia. Istilah sintesis, dipergunakan untuk membedakan dengan berlian asli. Kedua metode pembuatan berlian yang disebutkan diatas, menggunakan karbon sebagai bahan dasar pembuatan berlian, sama dengan berlian asli yang terbentuk di alam.

 

berlian palsu dengan berbagai pilihan warna

 

Keberhasilan pembuatan berlian sintetis untuk pertama kali, dilaporkan terjadi sekitar tahun 1953-an. Dan sampai sekarang, metode HPHT dan CVD mendominasi metode pembuatan berlian sintetis. Ada beberapa metode lainnya, tetapi yang paling populer adalah 2 metode tersebut. Dengan kemajuan teknologi, metode pembuatan berlian sintetis atau berlian buatan ini juga mengalami perbaikan, sehingga berlian yang dihasilkan juga mengalami peningkatan kualitas. Sangat mirip dengan berlian asli yang dihasilkan alam.

Berlian sintetis, mayoritas penggunaannya adalah untuk industri, dan dipergunakan secara meluas sebagai bahan abrasi / gosok, alat potong atau mata bor dan juga sebagai bahan pelindung panas.

Berlian sintetis, baik menggunakan metode HPHT maupun CVD, dapat juga diolah menjadi berlian dengan kualitas permata (bahan cincin berlian), baik berupa berlian dengan warna putih bening ataupun berlian berwarna sesuai dengan yang diinginkan.

 

laboratorium tempat membuat berlian sintetis

Laboratorium tempat membuat berlian sintetis

 

Berlian palsu dengan jenis sintetis atau berlian buatan laboratorium ini, mempunyai pangsa pasar kurang lebih sebesar 2% dari total perdagangan berlian. Dan ada indikasi persentase tersebut semakin membesar seiring dengan kemajuan teknologi, yang menyebabkan kualitas produksi berlian lab semakin membaik dan harganya semakin murah karena skala ekonomis produksinya (harga berlian semakin murah jika total produksi yang dihasilkan semakin banyak). Berlian sintetis yang ada di pasar, ada yang berwarna dan ada juga yang putih bening. Warna kuning dihasilkan dengan memasukan unsur nitrogen dalam proses pembentukan berlian, sedangkan warna biru, dibuat dengan cara memasukan unsur Boron. Sedangkan warna pink atau hijau dibuat dengan cara melakukan radiasi terhadap berlian. Warna putih jernih, murni dihasilkan dari atom karbon. (baca artikel Berlian Berwarna)

Beberapa perusahaan bahkan menawarkan pembuatan berlian yang carbon-nya berasal dari abu jenazah, dan sering disebut dengan nama “berlian kenangan”. Bahkan di Indonesia pun sudah ada perwakilan perusahaan ini, dan bisa dilihat melalui website Algordanza.

Secara kimiawi, tampilan fisik dan kemampuan optis dalam membiaskan dan memantulkan cahaya, berlian sintetis yang dibuat di lab sangat identik dan sulit dibedakan dengan berlian asli yang dihasilkan alam, bahkan terkadang kualitasnya bisa lebih baik. Seorang pedagang berlian asal Israel, Ariel Baruch, yang menjual berlian sintetis, bahkan menyatakan, “Kalau ada orang yang bilang bahwa ia mampu membedakan berlian sintetis dengan berlian asli tanpa menggunakan alat, pasti ia bohong.”

Perusahaan berlian yang memperdagangkan berlian hasil alam / berlian asli, telah mengambil langkah hukum dan melakukan edukasi ke konsumen melalui jalur pemasaran dan distribusi untuk melindungi pasar berlian asli dari hadirnya berlian palsu atau berlian sintetis buatan lab ini. Berlian sintetis dapat dibedakan dengan berlian asli dengan menggunakan sinar infra merah, ultraviolet atau sinar X. The DiamondView, peralatan yang dikembangkan oleh perusahaan berlian terbesar di dunia, De Beers, menggunakan sinar ultra violet untuk mendeteksi keberadaan nitrogen, nickel ataupun logam lainnya yang dipergunakan dalam proses pembuatan berlian sintetis.

 

diamond view, alat untuk mendeteksi berlian palsu buatan laboratorium

The DiamondView – alat untuk mendeteksi berlian palsu buatan laboratorium.

 

Salah satu pembuat berlian buatan yang terkenal, Pure Grown Diamonds, memberikan tanda di berlian yang berhasil dibuat, untuk membedakan dengan berlian asli dan sebagai informasi ke konsumen bahwa berlian yang hendak dibeli adalah berlian buatan lab atau berlian sintetis. Setiap berlian yang dihasilkan, diberikan nomer seri dan awalan LG (laboratory grown) sebagai tanda bahwa berlian tersebut adalah berlian sintetis atau berlian palsu.

 

Comments

comments


Leave a Reply

Your email address will not be published.