Berlian Koh I Noor


Berlian Koh I Noor, yang dalam bahasa Persia berarti Gunung Cahaya, adalah sebuah berlian dengan berat mentah seberat 793 carat, warna putih jernih, dan diperkirakan ditemukan di dekat kota Guntur, India, sekitar tahun 1300-an. Dari cerita yang beredar, dimiliki pertama kali oleh dinasti Kakatiya, berlian Koh I Noor selama beberapa ratus tahun telah berpindah tangan berkali-kali, dan diperolehnya dengan melalui jalan peperangan, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Kerajaan Inggris, setelah berhasil menaklukan Punjab, tahun 1849.

berlian koh i noorSaat ini, berlian Koh I Noor dipasang di Mahkota Ratu Inggris, dan dipajang di Tower of London serta menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Inggris.

Pemerintah India, Pakistan, Iran dan Afganistan sampai saat ini masih mangajukan klaim ke Pemerintah Inggris, atas kepemilikan berlian tersebut. Tetapi, kepemilikan berlian Koh I Noor dalam sejarah juga belum terbuktikan dengan pasti, siapa yang paling berhak. Pemerintah Inggris juga bertahan dengan argumen bahwa kepemilikan berlian tersebut diperoleh dengan cara yang sah, sesuai dengan isi Perjanjian Lahore.

Related: Berlian Terbesar

 

Sejarah Berlian Koh I Noor

Asal dan sejarah bagaimana berlian ini ditemukan, belum diketahui dengan pasti. Tetapi banyak yang percaya bahwa berlian ini ditemukan pada jaman Dinasti Kakatiya, sekitar tahun 1300-an, dan berasal dari tambang berlian kuno Kollur, yang saat ini lokasinya terletak di Distrik Guntur, Andhra Pradesh, India.

Pada awal tahun 1300-an, Alauddin Khilji, penguasa kedua dinasti Khilji, dari Kesultanan Delhi, berhasil menaklukan kerajaan kerajaan kecil di Selatan India. Bala tentara Alaudin Khilji, yang dipimpin oleh Jendral Malik Kafur berhasil menaklukan Warangai pada tahun 1310. Dan pada tahun itulah diperkirakan berlian indah ini berhasil direbut dan berpindah tangan ke Dinasti Khilji.

Berlian tersebut dipegang oleh Dinasti Khilji dan diwariskan ke penerusnya di Kesultanan Delhi, hingga akhirnya berpindah tangan ke Babur, ahli perang dari Mongol, yang berhasil menginvasi dan menaklukan India dan mendirikan Kekaisaran Mughal, pada tahun 1526. Waktu itu, Babur menyebut berlian jarahannya dengan nama “Berlian Babur”. Babur dan anaknya yang bernama Humayun, menyebutkan asal berlian itu dalam catatan yang dibuat dan menjadi referensi paling kuno yang dapat dipercaya bagi ahli sejarah, mengenai kepemilikan awal Berlian Koh I Noor.

Shah Jahan, kaisar ke lima dari Kekaisaran Mughal, memasang berlian ini di singgasananya, yang berbentuk Merak dan dipenuhi dengan ornamen ornamen yang indah. Tahun 1658, anak dan penerus tahta kekaisaran Mughal, Aurangazeb, mengurung dan membatasi gerak Shah Jahan di dekat Benteng Agra. Ketika dalam kepemilikan Aurangazeb, berlian Koh I Noor dipotong dan rencana mau dibentuk ulang untuk menambah keindahannya. Tugas ini dilakukan oleh Hortenso Borgia, ahli berlian dari Venesia, Italia. Tapi tugas yang penting tersebut dilakukan dengan sangat ceroboh dan tidak berhati hati. Berlian yang awalnya mempunyai berat 793 carat, karena kecerobohannya, tingal menjadi 186 carat. Karena kecerobohoannya tersebut, Kaisar sangat marah dan mendenda Borgia sebesar 10.000 rupee.

Karena besarnya ukuran berlian pada saat belum dipotong ulang, beredar cerita yang legendaris. Kaisar Shah Jahan sering kali meletakan berlian Koh I Noor dekat jendela ruangannya, sehingga cukup dari bayangan yang terpantul di berlian, Kaisar dapat melihat Taj Mahal, makam istri tercintanya.

 

Jatuh ke Tangan Persia

1739, Kesultanan Delhi diinvasi oleh Nader Shah, dari Kerajaan Persia. Harta kekayaan Kekaisaran Mughal habis dijarah oleh tentara Persia. Nader Shah berhasil memperoleh Koh I Noor, bersama dengan banyak barang berharga lainnya, termasuk Daria I Noor dan Singgasana Merak. Pada saat melihat berlian yang terkenal itu, Nader Shah berseru, “Koh i Noor !”, dan dari situlah bermula penamaan berlian Koh I Noor.

nadir shah saat memenangkan peperangan dan mendapatkan berlian koh i noor

Nadir Shah saat memenangkan peperangan

Penilaian dan penghargaan Nader Shah terhadap berlian legendaris ini sangat tinggi. Hal tersebut diceritakan oleh selir kesayangannya, bahwa Nader Shah pernah berkata, “Jika seorang pria yang kuat diberikan lima buah batu, lalu diminta untuk melemparkan sekuat kuatnya, satu ke utara, satu ke timur, satu ke selatan, satu ke barat dan batu terakhir dilemparkan ke atas, dan ruang yang terbentuk dari hasil melemparkan batu tersebut diisi dengan emas permata, nilainya akan sama dengan berlian Koh I Noor”.

Diperkirakan, total kekayaan yang berhasil dijarah oleh Nader Shah bernilai setara dengan 19 milyar dollar uang sekarang. Karena harta yang berhasil diperoleh sangat fenomenal dan sedemikian besarnya, Nader Shah sampai meberikan pengumuman bahwa semua pajak yang ditarik Kerajaan Persia akan dikurangi selama tiga tahun. Tahun 1747, Kerajaan Persia runtuh setelah Nader Shah dibunuh oleh jendralnya sendiri, Ahmad Shah Durrani. Ahmad Shah Durrani kemudian mendirikan Keemiratan Afghanistan.

Salah satu keturunan Ahmad Shah Durrani, Shuja Shah Durrani, diceritakan pernah memakai gelang yang ada berlian Koh I Noor nya, pada saat menjamu Mountstuart Elphinstone, perwakilan Inggris di India, saat berkunjung ke Peshawar, di tahun 1808.

Satu tahun kemudian, Shuja membuat persekutuan dengan Inggris untuk membantu Afghanistan melawan serbuan Tsar Rusia. Keputusan tersebut kelihatannya tidak disetujui banyak pihak. Tidak lama setelah itu, Shuja pun digulingkan dari kedudukannya oleh anaknya sendiri, Mahmud Shah. Shuja berhasil melarikan diri dengan membawa berlian Koh I Noor.

Shuja melarikan diri ke Lahore dan diterima oleh pendiri Kerajaan Sikh, Maharaja Ranjit Singh. Sebagai imbal balik perlindungan yang diberikan, Maharaja Singh memaksa untuk menukarnya dengan berlian terkenal tersebut, yang ada pada Shuja.

Tahun 1813, berlian Koh I Noor berpindah tangan ke Maharaja Ranjit Singh, dari Kerajaan Sikh.

 

Jatuh ke Tangan Inggris

Setelah memiliki berlian tersebut, Maharja Ranjit Singh mewasiatkan bahwa berlian Koh I Noor akan disumbangkan ke kuil Hindu Jagannath di kota Puri (sekarang menjadi Odhisa, India). Tetapi, setelah kematian sang raja di tahun 1839, East India Company (perwakilan Inggris di India, seperti VOC di Indonesia) tidak menjalankan wasiat tersebut. Pada 29 Maret 1849, sesuai dengan hasil Perang Inggris – Sikh yang kedua, Inggris berhasil menduduki Lahore (sekarang kota di Pakistan), dan berdasarkan Perjanjian Lahore, salah satu pasalnya menyebutkan bahwa semua kekayaan dan aset Maharaja Ranjit Singh diserahkan ke East India Company.

Akhirnya, pada tahun 1850, berlian Koh I Noor pun dihadiahkan ke Ratu Victoria, oleh Duleep SIngh, anak bungsu Maharaja Ranjit Singh, sebagai tanda takluk dan sebagai tanda kesetiaan Kerajaan Sikh terhadap Ratu dan Kerajaan Inggris.

Peristiwa tersebut sebenarnya masih menjadi perdebatan. Tanda takluk dan kesetian Kerajaan Sikh dibuat berdasarkan tekanan militer Inggris, dan bukan karena kesetiaan yang bersifat suka rela (akibat kalah perang). Hal tersebut mempunyai implikasi terhadap berlian Koh I Noor, apakah berlian tersebut dianggap sebagai rampasan perang, (yang bisa dikembalikan ke pemiliknya) atau dianggap sebagai hadiah. Hal itulah yang melandasi klaim India, Pakistan dan Afghanistan terhadap Pemerintahan Kerajaan Inggris, mengenai kepemilikan berlian legendaris itu.

 

Pemotongan Ulang Berlian Koh I Noor, Tahun 1852

Suatu hal yang lumrah jika orang kurang puas dengan penampilan (bentuk serta cara potong) berlian Koh I Noor pada waktu itu. Setelah melakukan konsultasi dengan berbagai ahli berlian, Pangeran Albert, suami Ratu Victoria, dan dengan persetujuan pemerintahan Inggris, memutuskan untuk membentuk ulang dan memoles lagi berlian Koh I Noor. Salah satu ahli berlian terkenal dan pedagang berlian terbesar Belanda, Mozes Coster, diminta untuk melakukan tugas tersebut.

 

proses pemotongan ulang berlian koh i noor tahun 1852

Proses pemotongan ulang pada tahun 1852

17 Juli 1852, pemotongan ulang mulai dikerjakan di pabrik berlian Garrard & Co. di Haymarket, menggunakan mesin yang didesain khusus untuk membantu perkerjaan tersebut. Dibawah pengawasan Pangeran Albert dan beberapa orang ahli berlian, proses tersebut memakan waktu selama 38 hari. Dari pemotongan tersebut, berat berlian Koh I Noor berkurang sekitar 42%, dari 186 carat menjadi ukurannya yang sekarang bisa kita lihat, 105.6 carat.

Meskipun secara pribadi Pangeran Albert kurang menyukai hasil akhir pekerjaan Mozes Coster, tetapi banyak ahli berlian dan permata yang memujinya.

Berlian Koh I Noor dijadikan perhiasan berbentuk bross, dan pada waktu itu, dimiliki Ratu Victoria secara pribadi, belum menjadi bagian dari Mahkota Ratu Inggris.

 

Menjadi Permata di Mahkota Ratu Inggris

Setelah wafatnya Ratu Victoria, berlian Koh I Noor dipasang di Mahkota nya Ratu Alexandra, istri dari Raja Edward VII, yang dikenakan Ratu Alexandra pada saat penobatan-nya sebagai Permaisuri, tahun 1902. Kemudian dipindahkan ke mahkota Ratu Mary, pada tahun 1911, dan akhirnya dipindahkan ke mahkota Ratu Elizabeth I, tahun 1937 (Istri Raja George VI, ibu dari Ratu Inggris yang sekarang, Ratu Elizabeth II). Ketika Ratu Elizabeth I wafat pada tahun 2002, mahkota tersebut diletakkan di atas peti jenazah, saat penghormatan terakhir kenegaraan dan saat keranda dibawa ke pemakaman.

berlian koh i noor di mahkota ratu mary kerajaan inggrisSelama Perang Dunia II, mahkota raja dipindahkan dari tempat penyimpanannya di Tower of London ke tempat yang rahasia. Tahun 1990, Harian The Sunday Telegraph, mengutip dari buku harian seorang Jendral kebangsaan Perancis, Jean de Lattre de Tassigny, yang disampaikan oleh istrinya, Simonne, bahwa Raja George VI menyembunyikan berlian Koh I Noor di dasar sebuah danau, dekat Istana Windsor, kurang lebih 32 km di luar kota London, dan simpan di danau tersebut sampai Perang Dunia II berakhir. Orang yang tahu tempat persembunyian tersebut, hanya Raja George VI dan Pengurus Perpustakaan Raja, Sir Owen Morshead, yang menceritakan rahasia tersebut ke Jendral Jean de Lattre pada saat Sang Jendral berkunjung ke Inggris, tahun 1949.

 

 

Kisah Lengkap Berlian Biru Hope

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.